Text
Sengketa Tiada Putus: Matriarkat, Reformisme Islam, dan Kolonialisme Minangkabau
Sengketa Tiada Putus: Matriarkat, Reformis Islam, dan Kolonialisme di Minangkabau mengkaji konflik sosial dan ideologis yang berkelanjutan dalam masyarakat Minangkabau yang berakar pada pertarungan antara sistem adat matriarkal, gerakan reformis Islam, dan intervensi kekuasaan kolonial. Buku ini menelusuri bagaimana ketegangan antara adat basandi syarak dengan tafsir Islam reformis memunculkan sengketa berkepanjangan mengenai otoritas, hukum, dan struktur sosial, yang semakin kompleks dengan masuknya kebijakan dan kepentingan kolonial Belanda. Melalui analisis historis dan antropologis, buku ini menunjukkan bahwa sengketa tersebut bukan sekadar pertentangan adat dan agama, melainkan juga refleksi dari perubahan politik, ekonomi, dan kekuasaan kolonial yang membentuk dinamika masyarakat Minangkabau hingga masa modern.
| KP.VI 0093 | 900 HAD S | My Library (SEJARAH 3) | Available |
No other version available