Text
Majemuk: Kebebasan Beragama Pasca Mangkatnya Gus Dur: Panasnya Judicial Review UU No. 1 PNPS 1965
Majalah Majemuk: Kebebasan Beragama Pasca Mangkatnya Gus Dur—Panasnya Judicial Review UU No. 1 PNPS 1965 membahas secara kritis dinamika kebebasan beragama dan berkeyakinan di Indonesia setelah wafatnya Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai simbol pluralisme dan toleransi. Edisi ini menyoroti perdebatan tajam seputar pengujian yudisial Undang-Undang No. 1 PNPS 1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama di Mahkamah Konstitusi, dengan mengulas argumen hukum, posisi negara, serta dampaknya terhadap perlindungan hak minoritas dan kebebasan sipil. Melalui analisis hukum dan refleksi kebhinekaan, majalah ini menunjukkan bahwa judicial review UU tersebut menjadi arena penting dalam menentukan arah kebebasan beragama, konstitusionalisme, dan demokrasi Indonesia di era pasca-Gus Dur.
| KP.XXXVI 0007 | 050 MUL M | My Library (TERBITAN BERSERI 1) | Available |
No other version available