Text
Pelajaran Dari Yogya Dan Aceh : Kapasitas Tata Kelola Resiko Bencana
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mendokumentasikan kapasitas tata kelola risiko bencana di Indonesia melalui refleksi kritis atas penanganan dua bencana besar, yaitu gempa bumi di Yogyakarta (2006) dan tsunami di Aceh (2004), sebagaimana diulas dalam buku karya B. Setiawan. Dengan menggunakan pendekatan komparatif dan deskriptif kualitatif terhadap dokumen manajemen pascabencana, studi ini menyoroti transisi kelembagaan, efektivitas koordinasi antar-pemangku kepentingan (pemerintah, lembaga internasional, dan masyarakat lokal), serta akuntabilitas tata kelola bantuan. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan pemulihan di kedua wilayah tersebut sangat ditentukan oleh tingkat resiliensi komunitas lokal dan kecepatan adaptasi birokrasi dalam merumuskan kebijakan tanggap darurat yang berbasis lokalitas. Namun, tantangan berupa birokratisasi penanganan bencana dan minimnya integrasi mitigasi jangka panjang masih menjadi catatan krusial. Implikasi dari penelitian ini menegaskan pentingnya pembelajaran historis dari kasus Yogya dan Aceh sebagai fundamen strategis untuk mereformasi sistem manajemen bencana nasional agar lebih responsif, desentralistik, dan berbasis pengurangan risiko bencana secara berkelanjutan
| KP.XLI 0009 | 310 SET B | My Library (STATISTIK 1) | Available |
No other version available