Text
Bingung Mba Dan Malu Beli Pembalut Apalagi Yang Jual Laki-Laki: Pilih Pulang Tidak Jadi Beli Waktu Pertama Kali Menstruasi
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tantangan psikososial dan hambatan kultural yang dihadapi remaja perempuan saat mengalami menarke (menstruasi pertama kali), dengan membedah studi kasus naratif: "Bingung mba dan malu beli pembalut apalagi yang jual laki-laki: pilih pulang tidak jadi beli waktu pertama kali menstruasi." Melalui perspektif Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) yang diadvokasi oleh Yayasan SPEK-HAM, penelitian ini menyoroti bagaimana stigma, tabu sosial, dan minimnya edukasi dini menciptakan rasa takut serta canggung yang mendalam pada remaja. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi naratif dan analisis sensitif gender, hasil kajian menunjukkan bahwa lingkungan pasar dan ruang publik belum sepenuhnya ramah serta mendukung kebutuhan sanitasi perempuan. Ketidaksiapan mental ini diperparah oleh kurangnya komunikasi terbuka mengenai menstruasi di lingkungan keluarga dan sekolah. Implikasi dari studi ini menegaskan urgensi penguatan program pendidikan reproduksi yang kritis, inklusif, dan bebas stigma, serta pentingnya penyediaan ruang aman bagi remaja perempuan guna mewujudkan pemenuhan hak kesehatan dasar yang bermartabat.
| KP.XLI 0008 | 310 KAR B | My Library (STATISTIK 1) | Available |
No other version available