Text
Puisi Tak Pernah Pergi: Sajak-sajak Bentara 2003
Buku ini merupakan sebuah antologi sastra yang merangkum kurasi karya puitis terbaik sepanjang tahun melalui tajuk Puisi Tak Pernah Pergi: Sajak-sajak Bentara 2003. Disunting oleh jurnalis dan budayawan Bre Redana serta sastrawan Hasif Amini, kumpulan puisi ini mendokumentasikan karya-karya terpilih yang sebelumnya dipublikasikan pada rubrik budaya "Bentara" di Harian Umum Kompas. Melalui pendekatan estetika bahasa yang jernih, liris, dan metaforis, antologi ini menyuguhkan ragam tema mulai dari refleksi spiritual, kritik sosial-politik pasca-reformasi, hingga perenungan eksistensial tentang ruang, memori, dan waktu yang ditulis oleh berbagai generasi penyair Indonesia. Pembahasan dalam buku ini menegaskan pandangan bahwa membaca puisi yang baik laksana sebuah ritus meditasi atau latihan pernapasan yang mengolah kedalaman jiwa di tengah keriuhan dunia modern. Buku ini menyimpulkan bahwa di tengah perubahan zaman yang serbacepat dan pragmatis, puisi tetap memiliki daya hidup yang abadi—ia tidak pernah pergi—melainkan terus hadir sebagai penjaga kepekaan batin, ruang kontemplasi yang sunyi, sekaligus kesaksian estetis atas dinamika kemanusiaan.
| KP.XLII 0179 | 880 ROF P | My Library (SASTRA 3) | Available |
No other version available