Text
Anak Semua Bangsa
Buku ini merupakan novel kedua dari mahakarya Tetralogi Buru yang membedah fase awal pergulatan batin, pengenalan realitas kolonial, dan pencarian jati diri seorang intelektual pribumi melalui karya bertajuk Anak Semua Bangsa. Ditulis oleh sastrawan terkemuka, Pramoedya Ananta Toer, narasi ini melanjutkan kisah Minke setelah kehilangan istri pertamanya, Annelies. Melalui pendekatan naratif-historis yang sarat kritik sosial, novel ini menyoroti proses "turun gunung" Minke dari dunia elitis Eropa yang semu untuk mulai melihat, mendengar, dan merasakan langsung penderitaan rakyat kecil (kaum tani dan buruh) di atas tanah airnya sendiri. Dorongan dari Nyai Ontosoroh serta sahabatnya, Jean Marais, memaksa Minke untuk tidak hanya menulis dalam bahasa Belanda, melainkan mulai memikirkan nasib bangsanya yang ditindas oleh sistem kapitalisme dan kolonialisme Hindia Belanda. Novel ini menyimpulkan bahwa keluasan ilmu pengetahuan dan pengaruh global harus diabdikan untuk membela kemanusiaan serta membebaskan bangsa sendiri, sekaligus menegaskan posisi Minke sebagai "anak semua bangsa" yang didewajakan oleh pengalaman universal namun tetap berakar pada bumi pertiwi.
| KP.XLII 0176 | 880 TOE A | My Library (SASTRA 3) | Available |
| KP.XLII 0175 | 880 TOE A | My Library (SASTRA 3) | Available |
No other version available