Text
Rumah Kaca
Buku ini merupakan seri penutup dari mahakarya Tetralogi Buru yang membedah fase akhir konsolidasi kolonial dan kelahirannya kesadaran nasional melalui karya bertajuk Rumah Kaca. Berbeda dengan tiga novel sebelumnya yang menggunakan sudut pandang Minke, novel ini ditulis dari perspektif Jacques Pangemanann, seorang komisaris polisi bumiputra yang berpihak pada pemerintah kolonial Hindia Belanda. Melalui pendekatan naratif-historis dan psikologis yang mendalam, novel ini menyoroti bagaimana Pangemanann ditugaskan untuk mengawasi, memetakan, dan membungkam gerakan-gerakan radikal kebangkitan nasional yang dimotori oleh Minke. Hindia Belanda diibaratkan sebagai sebuah "rumah kaca", di mana setiap gerak-gerik para aktivis pergerakan dapat dilihat, dianalisis, dan dikendalikan oleh aparatur kolonial dari luar. Novel ini menyimpulkan bahwa meskipun kekuasaan kolonial berhasil mengurung para tokoh pergerakan dan membubarkan organisasinya, pemikiran serta semangat kemerdekaan yang telah tersebar tidak akan pernah bisa dipenjarakan, sekaligus menegaskan ironi tragis seorang intelektual yang menggadaikan hati nuraninya demi mengabdi pada sistem yang menindas bangsanya sendiri.
| KP.XLII 0171 | 880 TOE R | My Library (SASTRA 3) | Available |
| KP.XLII 0172 | 880 TOE R | My Library (SASTRA 3) | Available |
No other version available