Text
Nyai Dasima
Buku ini merupakan sebuah penulisan ulang sastra klasik yang mendekonstruksi stereotipe dan memberikan perspektif baru terhadap posisi perempuan pribumi pada masa kolonial melalui karya bertajuk Nyai Dasima. Ditulis oleh sastrawan Betawi terkemuka, S. M. Ardan, fiksi ini hadir sebagai antitesis terhadap versi asli garapan G. Francis (1896) yang cenderung memojokkan masyarakat lokal. Melalui pendekatan naratif-psikologis dan sosiokultural, Ardan menyoroti pergulatan batin Nyai Dasima, seorang gundik pria Eropa (Tuan Edward W.), yang mengalami alienasi serta diskriminasi kultural hingga memicu kerinduan mendalam untuk kembali hidup bebas di tengah bangsa dan kampung halamannya sendiri. Berbeda dengan narasi lama yang mengaitkan kepindahannya karena pengaruh mistis, versi ini memperlihatkan agensi Dasima yang secara sadar memilih Samiun demi memeluk identitas asalnya, sementara sang tuan putih justru digambarkan sebagai sosok antagonis di balik akhir tragis sang Nyai. Buku ini menyimpulkan bahwa karya S. M. Ardan berhasil mengubah citra Nyai Dasima dari figur gundik yang lemah dan mudah ditipu menjadi simbol perlawanan sunyi serta pembelaan martabat kemanusiaan pribumi melawan kungkungan kolonialisme dan patriarki.
| KP.XLII 0167 | 880 ARD N | My Library (SASTRA 3) | Available |
| KP.XLII 0168 | 880 ARD N | My Library (SASTRA 3) | Available |
No other version available