Text
Lost in Mall: An Ethnography of Middle-class Jakarta in the 1990s
Karya ini merupakan sebuah studi antropologi mendalam yang membedah dinamika sosio-kultural dan gaya hidup masyarakat perkotaan melalui buku bertajuk Lost in Mall: An Ethnography of Middle-Class Jakarta in the 1990s. Ditulis oleh antropolog Lizzy van Leeuwen, penelitian etnografis yang berbasis di kawasan subur Bintaro Raya ini menyoroti fenomena kemunculan kelas menengah baru di Jakarta pada dekade terakhir masa pemerintahan Orde Baru. Melalui pendekatan deskriptif-kualitatif, sosiologis, dan kultural, penulis mengeksplorasi ambiguitas kehidupan sehari-hari masyarakat yang terjebak di antara orientasi global yang modern dengan internalisasi nilai-nilai laten era kolonial serta militerisme Orde Baru yang opresif. Ruang-ruang konsumerisme seperti pusat perbelanjaan (mal) dianalisis bukan sekadar sebagai tempat berbelanja, melainkan sebagai ruang publik tiruan tempat kelas menengah ini mengonstruksikan identitas, status sosial, dan pelarian dari realitas politik yang semu, hingga puncaknya pada krisis multidimensional menjelang kejatuhan Soeharto. Buku ini menyimpulkan bahwa kelas menengah Jakarta pada era 1990-an mengalami disorientasi sosial-politik yang ironis; mereka tampak modern di permukaan, namun rapuh dan "tersesat di dalam mal" akibat hilangnya agensi politik dan keterasingan sosiokultural di tengah alienasi kapitalisme urban.
| KP.XLII 0163 | 880 LEE L | My Library (SASTRA 3) | Available |
No other version available