Text
Surat Rindu untuk Ayah di Pulau Buru
Buku memoar otobiografis Surat Rindu untuk Ayah di Pulau Buru (2014) karya Mu'inatun Khoiriyah merupakan sebuah catatan sejarah dan kesaksian personal yang menyentuh mengenai dampak kemanusiaan pasca-peristiwa G30S/PKI 1965. Ditulis dari kacamata seorang anak perempuan dari eks-tahanan politik (tapol), buku ini merajut ingatan kolektif, kerinduan mendalam, serta kepedihan sebuah keluarga yang tercerai-berai akibat stigma politik rezim Orde Baru. Diperkaya dengan prolog dari tokoh-tokoh penting seperti Hersri Setiawan, K.H. Salahuddin Wahid (Gus Sholah), dan Romo Baskara T. Wardaya, S.J., narasi di dalamnya menyoroti ketabahan sang ibu dalam membesarkan anak-anaknya sendirian, sekaligus meluruskan diskriminasi sistematis yang dialami oleh keturunan para tapol yang dibuang ke Pulau Buru. Buku ini bukan hanya sekadar ruang katarsis rindu seorang anak kepada ayahnya, melainkan sebuah dokumen historis berharga yang menyuarakan pentingnya rekonsiliasi nasional, pemulihan martabat kemanusiaan, dan penolakan terhadap warisan kebencian masa lalu.
| KP.XLII 0117 | 880 KHO S | My Library | Available |
| KP.XLII 0116 | 880 KHO S | My Library (SASTRA 2) | Available |
| KP.XLII 0115 | 880 KHO S | My Library (SASTRA 2) | Available |
No other version available