Text
Berlin: Tembok Matahari= Die Mauer, Die Sonne
Buku ini merupakan sebuah memoar sekaligus catatan perjalanan yang mendalam mengenai realitas kehidupan di Berlin selama era Perang Dingin hingga runtuhnya Tembok Berlin. Melalui perspektif personalnya, Helga Newitt menggambarkan kontras tajam antara ideologi Timur dan Barat yang terpatri dalam beton fisik tembok tersebut, sekaligus menangkap semangat manusia yang merindukan kebebasan (simbol matahari). Narasi dalam buku ini tidak hanya menyajikan fakta sejarah, tetapi juga menyentuh aspek emosional tentang perpisahan keluarga, ketegangan politik sehari-hari, dan euforia kembalinya persatuan Jerman. Dengan gaya penulisan yang deskriptif dalam format dwibahasa (Indonesia-Jerman), karya ini berfungsi sebagai pengingat sejarah bagi pembaca di Indonesia tentang betapa mahalnya harga sebuah kebebasan dan integrasi bangsa.
| KP.XLII 0069 | 880 SUK B | My Library (SASTRA 2) | Available |
No other version available