Text
Naskah Skenario: Teater Perempuan: Mpok Lela dan Tumirah Potong Upah
Karya-karya literatur ini secara kolektif mengeksplorasi narasi ketahanan manusia, khususnya perempuan, dalam menghadapi berbagai bentuk opresi sistemik, mulai dari sekte agama radikal, eksploitasi buruh, hingga konflik geopolitik yang berkepanjangan. Melalui pendekatan realisme sosialis, memoar personal, maupun drama provokatif, teks-teks tersebut membedah proses transformasi individu dari posisi korban menjadi agen perubahan yang berdaya dengan merebut kembali kedaulatan atas tubuh dan suara mereka. Analisis terhadap citra perempuan dan perjuangan kelas ini menunjukkan bahwa sastra berfungsi bukan hanya sebagai cermin penderitaan, melainkan sebagai manifesto politik dan spiritual untuk meruntuhkan stigma serta memperjuangkan hak asasi manusia. Kesimpulannya, kekuatan kolektif dan keberanian untuk memutus rantai ketidakadilan adalah fondasi utama dalam membangun kembali martabat manusia di tengah celah-celah penganiayaan yang paling gelap sekalipun.
| KP.XLII 0033 | 880 FIT N | My Library (SASTRA 1) | Available |
No other version available