Text
Kota Sutra dan Baja
Novel Kota Sutra dan Baja merupakan sebuah narasi fantasi berlatar eksotisme padang pasir yang mengeksplorasi tema resiliensi, kekuasaan, dan emansipasi. Cerita bermula di Bessa, sebuah kota kemakmuran yang jatuh ke tangan diktator religius Hakkim Mehdad setelah penggulingan Sultan Bukhari al-Bukhari. Fokus utama novel ini terletak pada perjuangan 365 selir istana, anak-anak, dan pelayan yang dibuang ke padang pasir untuk dibunuh, namun justru berhasil bertahan hidup dan membangun peradaban baru. Melalui karakter-karakter multidimensional seperti Zulaika sang pembunuh bayaran, Gursoon yang bijaksana, serta Anwar Das sang pencuri berlidah perak, penulis menyoroti bagaimana sebuah kelompok marginal dapat bertransformasi menjadi "tentara sutra dan baja" yang tangguh. Hasil analisis naratif menunjukkan bahwa novel ini menggunakan gaya penceritaan mirip Seribu Satu Malam untuk menggugat struktur patriarki dan menunjukkan bahwa kekuatan sejati lahir dari solidaritas dan keberagaman. Novel ini menyimpulkan bahwa kebangkitan sebuah bangsa tidak hanya bergantung pada kekuatan militer (baja), tetapi juga pada kelembutan, kecerdasan, dan diplomasi (sutra).
| KP.XLII 0025 | 880 MIK K | My Library (SASTRA 1) | Available |
No other version available