Text
Sebuah Diskursus: Melawan Lupa, Menuntut Keadilan: Narasi Rekonsiliasi Bangsa: Mengembangkan Teologi Rekonsiliasi Aku dan Aqua Membuka Menyembuhkan Luka Perang Telah Mengubah hidup Kami
Diskursus ini mengeksplorasi urgensi ingatan kolektif dan tuntutan keadilan melalui narasi rekonsiliasi bangsa yang berfokus pada pemulihan kemanusiaan pascakonflik. Dengan mengembangkan teologi rekonsiliasi sebagai fondasi moral dan spiritual, tulisan ini membedah hubungan dialektis antara "aku" dan "sesama" dalam upaya membuka serta menyembuhkan luka-luka masa lalu yang mendalam. Melalui kesaksian personal mengenai bagaimana perang telah mengubah hidup secara radikal, analisis ini menekankan bahwa rekonsiliasi sejati hanya dapat dicapai ketika kebenaran diungkap dan luka sejarah diakui secara jujur. Penelusuran ini menyimpulkan bahwa transformasi dari kepedihan menjadi perdamaian memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen bangsa untuk membangun masa depan yang berkeadilan, sekaligus memastikan bahwa ingatan terhadap penderitaan masa lalu menjadi pengingat agar tragedi serupa tidak terulang kembali.
| KP.XL 0278 | 050 SUB S | My Library (JURNAL UMUM 3) | Available |
No other version available