Text
Info Gender - 2004, Edisi 27 Tahun IX Januari-Februari 2004
Edisi ini membedah kesiapan sosiopolitik Indonesia dalam mengimplementasikan kebijakan afirmasi keterwakilan perempuan menjelang momentum Pemilu 2004. Fokus utama kajian terletak pada dialektika antara regulasi kuota 30% dengan realitas budaya patriarki di internal partai politik yang sering kali menghambat akses perempuan ke kursi parlemen. Melalui berbagai tinjauan lapangan dan opini pakar, publikasi ini menyimpulkan bahwa penguatan representasi politik perempuan bukan sekadar upaya pemenuhan angka administratif, melainkan prasyarat mutlak bagi terciptanya kebijakan publik yang lebih sensitif gender dan demokratis, sekaligus menjadi ujian bagi komitmen negara dalam mewujudkan kesetaraan hak sipil dan politik di era reformasi.
| KP.XL 0258 | 050 SED I | My Library (JURNAL UMUM 3) | Available |
No other version available