Text
Global: jurnal Politk Internasional. More Democracies, More Peaceful?: The Influences of Democratic Peace Theory in ASEAN's Democratization Agenda and Possible Challenges
Jurnal ini mengkaji relevansi dan pengaruh Democratic Peace Theory (Teori Perdamaian Demokratis) dalam agenda demokratisasi di kawasan Asia Tenggara melalui institusi ASEAN. Penulis menganalisis transisi paradigma ASEAN dari prinsip non-intervensi yang kaku menuju pengadopsian nilai-nilai demokrasi dan hak asasi manusia sebagaimana tertuang dalam Piagam ASEAN (ASEAN Charter). Kajian ini menguji premis bahwa peningkatan jumlah negara demokratis di kawasan akan secara otomatis menciptakan stabilitas dan perdamaian abadi. Namun, penelitian ini juga menyoroti berbagai tantangan signifikan, termasuk keragaman sistem politik domestik anggota ASEAN, fenomena kemunduran demokrasi (democratic backsliding), serta ketegangan antara norma-norma demokrasi universal dengan "Nilai-Nilai Asia". Artikel ini menyimpulkan bahwa meskipun teori perdamaian demokratis memberikan landasan normatif bagi integrasi kawasan, implementasinya di ASEAN masih bersifat prosedural dan sering kali terbentur pada kepentingan kedaulatan nasional, sehingga jalan menuju perdamaian berbasis demokrasi di Asia Tenggara tetap penuh dengan kompleksitas dan hambatan struktural.
| KP.XL 0191 | 050 POL G | My Library (JURNAL UMUM 2) | Available |
No other version available