Text
Memangkas Pernikahan Anak: Pengalaman Lapangan di Bondowoso Jawa Timur
Buku ini mendokumentasikan praktik baik dan pembelajaran lapangan dari upaya pencegahan serta penanganan perkawinan anak di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, salah satu wilayah dengan angka perkawinan anak yang tinggi. Dengan sampul oranye menampilkan siluet gadis kecil mengenakan kain tradisional dengan raut wajah murung, publikasi ini menegaskan pesan bahwa perkawinan anak merampas masa kanak-kanak dan memutus masa depan. Isinya memaparkan akar persoalan perkawinan anak di Bondowoso yang berkelindan antara kemiskinan, rendahnya pendidikan, norma adat dan tafsir keagamaan yang permisif, kehamilan tidak diinginkan, hingga praktik dispensasi kawin di pengadilan agama. Lebih jauh, buku ini menguraikan strategi intervensi multi-pihak yang dilakukan: penguatan peran tokoh agama dan tokoh adat untuk meluruskan pemahaman keagamaan, pembentukan Sekolah Perempuan dan Forum Anak sebagai ruang edukasi hak kesehatan reproduksi, advokasi kebijakan daerah, pendampingan bagi korban, serta pelibatan KUA, dinas pendidikan, dan pemerintah desa untuk mencegah permohonan dispensasi kawin tanpa alasan mendesak. Hasilnya menunjukkan pergeseran bertahap dalam sikap masyarakat, menurunnya permohonan dispensasi, dan meningkatnya kesadaran bahwa menunda usia kawin sejalan dengan kepentingan terbaik anak. Ditujukan untuk pemerintah daerah, KUA, pengadilan agama, organisasi keagamaan, LSM, aktivis perempuan dan anak, serta akademisi, Memangkas Pernikahan Anak menjadi rujukan praktis dan reflektif bahwa perkawinan anak bukan takdir budaya, melainkan masalah yang bisa diubah melalui kerja kolaboratif yang konsisten dan berpihak pada anak.
| KP.XXIX 0185 | 362.7 IND M | My Library (KEKERASAN TERHADAP ANAK 2) | Available |
No other version available