Text
Mekanisme Pembinaan, Rehabilitasi dan Reintegrasi Sosial bagi Anak Indonesia: Studi Terbatas terhadap Anak dalam Sistem Permasyarakatan
Buku studi ini mengkaji secara mendalam bagaimana mekanisme pembinaan, rehabilitasi, dan reintegrasi sosial dijalankan terhadap anak yang berada dalam sistem pemasyarakatan di Indonesia. Dengan sampul bergambar seorang anak di balik jeruji besi yang sedang memegang gitar, publikasi ini secara simbolik menegaskan pentingnya pendekatan pembinaan yang memanusiakan anak dan memberi ruang untuk tumbuh, bukan sekadar menghukum. Studi terbatas ini memetakan praktik yang berlangsung di LPKA, LPAS, dan Bapas, mencakup aspek pemenuhan hak pendidikan, layanan kesehatan fisik dan mental, pembinaan kepribadian dan kemandirian, hingga program persiapan reintegrasi ke keluarga dan masyarakat. Temuan menunjukkan masih adanya tantangan serius seperti over kapasitas, keterbatasan petugas pembina khusus anak, minimnya layanan psikososial yang berkelanjutan, stigma masyarakat, serta lemahnya koordinasi lintas sektor pasca-bebas yang berisiko menyebabkan pengulangan tindak pidana. Buku ini menekankan bahwa rehabilitasi dan reintegrasi yang efektif mensyaratkan pergeseran paradigma dari pemenjaraan menuju pembinaan berbasis kepentingan terbaik anak, pelibatan keluarga, serta dukungan komunitas. Rekomendasi yang diajukan meliputi penguatan kapasitas SDM pemasyarakatan anak, standar layanan rehabilitasi yang terukur, program reintegrasi yang terindividualisasi, dan mekanisme pengawasan pasca-bebas yang kolaboratif. Ditujukan untuk Ditjen Pemasyarakatan, Bapas, pekerja sosial, aparat penegak hukum, pembuat kebijakan, dan pegiat perlindungan anak, studi ini menjadi rujukan penting untuk memastikan sistem pemasyarakatan benar-benar memulihkan dan mengembalikan anak sebagai warga yang berdaya.
| KP.XXIX 0168 | 362.7 KUS M | My Library (KEKERASAN TERHADAP ANAK 2) | Available |
No other version available