Text
Menolak Tumbang: Narasi Perempuan Melawan Pemiskinan
Karya Lies Marcoes-Natsir ini menghadirkan kumpulan narasi perempuan akar rumput yang bertahan dan melawan proses pemiskinan struktural di tengah pembangunan. Sampul yang menampilkan perempuan-perempuan pekerja konstruksi dengan caping dan perancah bambu secara visual menegaskan tema sentral buku: kerja, kerentanan, sekaligus daya juang perempuan dalam sektor informal dan proyek-proyek infrastruktur. Melalui pendekatan etnografis dan penulisan berbasis pengalaman, buku ini merekam suara perempuan dari berbagai wilayah yang terdampak kebijakan pembangunan, penggusuran, alih fungsi lahan, krisis ekonomi, hingga relasi gender yang timpang dalam rumah tangga dan komunitas. Istilah pemiskinan digunakan untuk menunjukkan bahwa kemiskinan bukan sekadar kondisi, melainkan proses aktif yang dihasilkan oleh kebijakan, pasar, dan norma sosial. Narasi-narasi di dalamnya membongkar bagaimana perempuan menegosiasikan akses atas tanah, upah, pangan, dan layanan dasar, sekaligus membangun solidaritas dan strategi bertahan kolektif. Lebih dari sekadar dokumentasi korban, buku ini menunjukkan agensi perempuan dalam menolak “tumbang”: mereka mengorganisir diri, mengelola pengetahuan lokal, dan mengintervensi kebijakan di tingkat desa hingga nasional. Ditujukan untuk aktivis, akademisi studi gender, pembuat kebijakan, peneliti pembangunan, dan organisasi masyarakat sipil, Menolak Tumbang menjadi rujukan penting untuk memahami dimensi gender dari kemiskinan struktural serta praktik perlawanan perempuan Indonesia dalam mempertahankan hidup dan martabat.
| KP.XX 0064 | 362.4 NAT M | My Library (KEMISKINAN 2) | Available |
No other version available