Text
Tata Ruang dan Infrastruktur: Negosiasi Ulang Peta Ruang dan Lingkungan Pemukiman
Publikasi dengan sampul ilustrasi burung cenderawasih dan kontur topografi ini mengkaji relasi kuasa, kebijakan, dan konflik kepentingan dalam penataan ruang dan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Mengusung subjudul Negosiasi Ulang Peta Ruang dan Lingkungan Pemukiman, buku ini membedah bagaimana peta, zonasi, dan rencana tata ruang tidak netral, melainkan menjadi arena negosiasi antara negara, korporasi, dan masyarakat, terutama kelompok rentan di wilayah pemukiman. Isinya mengurai dampak pembangunan infrastruktur skala besar terhadap hak atas tanah, penggusuran, ketimpangan akses layanan dasar, dan kerentanan ekologis di kawasan permukiman padat maupun wilayah adat. Dengan pendekatan spasial kritis, buku ini menyoroti proses perumusan RTRW, perizinan, dan alih fungsi lahan yang sering mengabaikan partisipasi bermakna kelompok perempuan, masyarakat adat, dan warga miskin kota. Disajikan pula studi kasus tentang kontestasi ruang hidup, krisis iklim, dan ketahanan permukiman, serta strategi advokasi untuk mendorong perencanaan yang inklusif dan berkeadilan spasial. Stempel perpustakaan Komnas Perempuan pada sampul menunjukkan relevansi buku ini terhadap isu gender dan hak perempuan dalam tata ruang. Ditujukan untuk perencana wilayah, pembuat kebijakan, akademisi, aktivis tata ruang, dan organisasi masyarakat sipil, publikasi ini menjadi rujukan penting untuk menegosiasikan ulang arah pembangunan infrastruktur agar tidak menyingkirkan hak atas ruang dan lingkungan permukiman yang aman dan berkelanjutan.
| KP.XX 0063 | 362.4 FAW T | My Library (KEMISKINAN 2) | Available |
No other version available