Text
Utang Selilit Pinggang: Sistem Ijon Dalam Perdagangan Anak Perempuan
Buku hasil riset PSKK UGM yang ditulis oleh Johanna Debora Imelda, Titing Marthini, dan Lugina Setyawati, dengan editor Anna Marie Wattie dan Wenty Marina Minza serta dukungan Ford Foundation ini membedah praktik “sistem ijon” sebagai modus kunci dalam perdagangan anak perempuan di Indonesia. Ilustrasi sampul yang kuat menampilkan anak perempuan terikat tali dengan boneka di tangan, terbelah antara latar desa dan ruang urban dengan klub malam, secara simbolis menggambarkan bagaimana jerat utang merampas masa kecil dan menarik korban dari kampung ke kota untuk dieksploitasi. Istilah “utang selilit pinggang” merujuk pada lilitan utang yang mencekik keluarga miskin, di mana orang tua atau wali “menjaminkan” anak perempuan kepada penyalur atau calo dengan imbalan uang muka, lalu anak dipaksa bekerja untuk melunasi utang yang terus berbunga dan dimanipulasi. Isinya memaparkan temuan lapangan mengenai rantai ijon: dari kemiskinan struktural di desa, peran tengkulak dan sponsor, hingga eksploitasi di sektor kerja domestik, perkebunan, industri hiburan, dan prostitusi. Kajian ini menganalisis bagaimana sistem ijon bekerja melalui jerat ekonomi, tekanan sosial, dan lemahnya perlindungan hukum, membuat korban sulit keluar karena dokumen ditahan, ancaman kekerasan, dan beban moral terhadap keluarga. Rekomendasi yang diajukan menekankan pelarangan praktik ijon, penghapusan utang kerja paksa, akses ekonomi alternatif bagi keluarga rentan, penegakan hukum terhadap perekrut dan pemberi utang, serta layanan pemulihan yang memulihkan hak dan martabat anak. Ditujukan untuk peneliti, pembuat kebijakan, aparat penegak hukum, pekerja sosial, dan aktivis perlindungan anak, buku ini menjadi rujukan penting untuk memahami dimensi ekonomi-utang dalam perdagangan anak perempuan dan merancang intervensi yang memutus rantai ijon dari hulu.
| KP.XVIII 0063 | 364 IME U | My Library (TRAFFICKING 1) | Available |
No other version available