Text
Global Justice Update: Jeratan Perdagangan Bebas
Global Justice Update Tahun ke-7 Edisi ke-4 Desember 2009 ini merupakan buletin kritis tentang globalisasi dan perdagangan bebas yang mengangkat tema utama “Jeratan Perdagangan Bebas”. Sampul yang didominasi warna hijau dengan visual uang 100 yuan Tiongkok dan judul besar “Jeratan Perdagangan Bebas” secara simbolis menyoroti dominasi ekonomi Tiongkok serta kekhawatiran atas dampak perjanjian perdagangan bebas, khususnya ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA) yang mulai berlaku penuh pada 1 Januari 2010. Isi buletin ini menganalisis bagaimana liberalisasi perdagangan mengancam sektor-sektor rentan di Indonesia seperti pertanian, tekstil, baja, dan UMKM akibat serbuan produk impor murah, hilangnya lapangan kerja, dan menyempitnya ruang kebijakan pemerintah untuk melindungi industri dalam negeri. Istilah “jeratan” dipakai untuk menegaskan bahwa perjanjian perdagangan bebas dinilai mengikat dan merugikan kepentingan nasional karena janji peningkatan ekspor dan pertumbuhan tidak terealisasi, sementara defisit perdagangan dan deindustrialisasi justru menguat. Dengan perspektif keadilan global, edisi ini memuat kritik terhadap proses negosiasi yang tidak transparan, minim partisipasi publik, serta desakan untuk menunda atau merenegosiasi ACFTA. Ditujukan bagi aktivis, serikat buruh, akademisi, pelaku UMKM, dan pembuat kebijakan, buletin ini mendorong penguatan kedaulatan ekonomi dan kebijakan perdagangan yang berpihak pada rakyat, bukan semata pada kepentingan pasar global.
| KP.XVIII 0051 | 364 SET G | My Library (TRAFFICKING 1) | Available |
No other version available