Text
Menjadi Laki-Laki: Pandangan Laki-Laki Jawa Tentang Maskulinitas Dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga
Buku hasil kolaborasi Rifka Annisa dan Foundation Open Society Institute (Zug) yang ditulis oleh Nur Hasyim, Aditya Putra Kurniawan, dan Elli Nur Hayati ini mengkaji konstruksi maskulinitas laki-laki Jawa dan keterkaitannya dengan praktik kekerasan dalam rumah tangga. Melalui penelitian kualitatif berbasis wawancara mendalam dan diskusi kelompok terarah dengan laki-laki Jawa dari berbagai latar belakang usia, kelas, dan status perkawinan, buku ini mengungkap bagaimana norma budaya, nilai-nilai kejawen, ajaran agama, serta ekspektasi sosial tentang “menjadi laki-laki” — seperti konsep kuasa, ngayomi, pemimpin rumah tangga, dan harga diri — turut membentuk sikap, pembenaran, sekaligus potensi perubahan perilaku terhadap KDRT. Temuan kajian menunjukkan bahwa maskulinitas tidak tunggal, melainkan cair dan dinegosiasikan; di satu sisi nilai-nilai Jawa dapat dipakai untuk melegitimasi kontrol dan kekerasan, namun di sisi lain juga menyimpan potensi etika relasi yang setara, ngajeni, dan tepa slira yang bisa menjadi basis pencegahan. Buku ini merekomendasikan pelibatan laki-laki secara kritis dalam program pencegahan KDRT melalui pendidikan maskulinitas positif, dialog komunitas, dan penguatan peran laki-laki sebagai agen perubahan. Ditujukan bagi peneliti, aktivis gender, pendamping laki-laki, pembuat program, tokoh budaya dan agama, serta pembuat kebijakan, buku ini berfungsi sebagai referensi penting untuk memahami akar kultural KDRT dari perspektif pelaku potensial sekaligus membuka jalan intervensi yang transformatif dan kontekstual.
| KP.XVII 0068 | 362.829 HAS M | My Library (KDRT 1) | Available |
No other version available