Text
Menggagas Tempat Yang Aman Bagi Perempuan: Kasus Di Daerah Istimewa Yogyakarta
Buku hasil riset tim Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan UGM yang didukung Ford Foundation ini mengkaji gagasan dan praktik pembangunan “tempat yang aman” bagi perempuan korban kekerasan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Ditulis oleh Susi Eja Yuarsi, Dyah Pitaloka, Anna Marie Wattie, Irwan Abdullah, Muhadjir Darwin, dan Siti Ruhaini Dzuhayatin, kajian ini memotret kerentanan perempuan terhadap kekerasan berbasis gender di ruang domestik maupun publik, serta menganalisis kebutuhan riil korban akan perlindungan fisik, psikologis, hukum, dan sosial. Melalui pendekatan kualitatif dengan studi kasus, wawancara penyintas, pendamping, dan pengelola layanan, buku ini mengidentifikasi tantangan pendirian dan pengelolaan rumah aman, mulai dari stigma masyarakat, keterbatasan sumber daya, koordinasi lintas lembaga, hingga pentingnya perspektif korban dalam setiap layanan. Buku ini juga merumuskan model tempat aman yang ideal: berbasis komunitas, responsif gender, menjamin kerahasiaan, memberdayakan korban secara ekonomi dan psikososial, serta terintegrasi dengan sistem rujukan kepolisian, layanan kesehatan, dan bantuan hukum. Ditujukan bagi pemerintah daerah, organisasi perempuan, penyedia layanan, akademisi, dan pembuat kebijakan, buku ini berfungsi sebagai referensi konseptual sekaligus praktis untuk mengembangkan kebijakan dan layanan perlindungan perempuan korban kekerasan yang kontekstual dengan kearifan lokal Yogyakarta.
| KP.XVII 0064 | 362.829 YUA M | My Library (KDRT 1) | Available |
No other version available