Text
Maskulinitas di Masyarakat Aceh: Pascakonflik dan Pengaruhnya Terhadap Perilaku Kekerasan Terhadap Perempuan
Buku ini mengkaji konstruksi maskulinitas di Aceh pada masa pascakonflik dan bagaimana perubahan sosial, trauma perang, serta militarisasi memengaruhi relasi gender dan perilaku kekerasan terhadap perempuan. Dengan memanfaatkan perspektif gender dan studi perdamaian, buku ini menunjukkan bahwa norma maskulinitas yang terbentuk dalam situasi konflik—seperti dominasi, kontrol, dan legitimasi kekerasan—dapat berlanjut dalam kehidupan domestik setelah konflik berakhir. Karya ini juga menyoroti tantangan reintegrasi mantan kombatan, peran adat dan agama, serta pentingnya program transformasi gender dan perlindungan perempuan untuk memutus siklus kekerasan dan membangun masyarakat yang lebih adil dan setara.
| KP.XIV 0012 | 303.6 RAS M | My Library (KONFLIK 1) | Available |
No other version available