Text
Ritus Kekerasan dan Libido Nasionalisme
Buku Ritus Kekerasan dan Libido Nasionalisme membahas bagaimana kekerasan massal pasca-1965 di Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai tindakan politik dan militer, tetapi juga sebagai praktik simbolik yang diritualkan dan dilegitimasi atas nama nasionalisme. Melalui analisis atas narasi, propaganda, serta praktik sosial di berbagai daerah, penulis menunjukkan bahwa pembunuhan, penangkapan, dan penyingkiran terhadap orang-orang yang dituduh terkait PKI diproduksi sebagai “tindakan suci” demi penyelamatan bangsa, sehingga memunculkan keterlibatan luas masyarakat sipil. Konsep “libido nasionalisme” digunakan untuk menjelaskan dorongan emosional, hasrat kolektif, dan euforia massa yang menyatu dengan ide tentang negara dan musuh nasional, yang pada akhirnya menormalisasi kekerasan serta mengaburkan batas antara kewajiban patriotik dan pelanggaran kemanusiaan. Tulisan ini menegaskan bahwa kekerasan 1965 tidak hanya dipicu oleh kepentingan kekuasaan, tetapi juga oleh konstruksi ideologis yang menanamkan rasa takut, kebencian, dan kebanggaan nasional secara bersamaan, dengan dampak jangka panjang terhadap ingatan kolektif dan rekonsiliasi di Indonesia.
| KP.XIII 0016 | 341.1 FAS R | My Library (PELANGGARAN HAM MASA LALU 1) | Available |
| KP.XIII 0015 | 341.1 FAS R | My Library (PELANGGARAN HAM MASA LALU 1) | Available |
No other version available