Text
Bersyukur dan Menggugat Diri
Bersyukur dan Menggugat Diri" adalah buku kumpulan pemikiran Jakob Oetama yang diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas (2009). Buku ini merefleksikan rasa syukur atas rahmat Tuhan (providentia Dei) sekaligus dorongan untuk terus mengkritisi diri dan situasi sosial-politik Indonesia. Poin-Poin Utama Buku:Rasa Syukur: Bentuk ketulusan menerima rahmat dan kebetulan hidup sebagai bagian dari rencana Tuhan.Menggugat Diri: Naluri untuk terus mengevaluasi dan mengoreksi diri, bukan sekadar menerima situasi.Konteks Sosial-Politik: Berisi pemikiran mendalam Jakob Oetama mengenai kondisi Indonesia, seringkali reflektif dan tajam.
DESCRIPTION
""Hidup ini seolah-olah sebagai kebetulankebetulan, tetapi bagi saya itulah providentia Dei, itulah penyelenggaraan Allah." " "Bersyukur dan mensyukuri, serta naluri yang menggugat bersama rasa syukur merupakan ungkapan yang sangat tulus atas rahmat yang diterima. Melalui buku ini kita dapat melihat salah satu sisi potret jati diri Jakob Oetama, termasuk kegundahan, penggugatan, dan upayanya mendudukkan persoalan bagi masyarakat. Di usianya yang telah mencapai 78 tahun, Jakob masih terus mengikuti perkembangan dunia lewat berbagai bacaan dan pergaulan yang luas, buku Culture Matters. How Shape Human Progress,merupakan salah satu yang memberikan penguatan dan pengesahan atas refleksi pemikiran Jakob.
| KP 9.0051 | 070.40 OET B | Perpustakaan Komnas Perempuan (rak Media) | Available |
No other version available