Text
Sriwijaya Dan Kerajaan-Kerajaan Di Sumatera Era Klasik
Pada masa kejayaannya, sekitar abad ke-8 hingga ke-10 Masehi, Sriwijaya menjadi pusat perdagangan internasional. Letak strategisnya di jalur pelayaran Selat Malaka menjadikannya sebagai simpul penting dalam perdagangan antara India, Tiongkok, dan Timur Tengah. Kapal-kapal dari berbagai bangsa singgah di pelabuhannya, membawa rempah-rempah, kain sutra, logam mulia, dan berbagai barang berharga lainnya. Dengan kekuatan armada laut yang besar, Sriwijaya mampu menguasai jalur perdagangan dan memungut pajak dari setiap kapal yang melintas. Kekayaan ini menjadikan kerajaan tersebut makmur dan disegani.
Namun, seiring berjalannya waktu, kejayaan itu perlahan memudar. Sekitar abad ke-11 Masehi, Sriwijaya diserang oleh Kerajaan Cola dari India Selatan. Serangan besar pada tahun 1025 M menghancurkan sebagian besar kekuatan maritimnya. Kerajaan-kerajaan baru mulai bermunculan di Nusantara, seperti Dharmasraya di Sumatera dan Majapahit di Jawa, yang semakin mempersempit pengaruh Sriwijaya. Pusat perdagangan pun bergeser, dan perlahan kerajaan maritim ini kehilangan kemegahannya. Pada abad ke-13, nama Sriwijaya pun mulai hilang dari catatan sejarah sebagai kekuatan besar.
| KP 14# | 959.802 ZAI s | Perpustakaan Komnas Perempuan (rak sejarah 6) | Available |
No other version available