Text
Pemerintahan Desa Berbasis Budaya Lokal (Studi Kasus di Sumatera Barat dan Aceh)
Buku ini mengkaji secara mendalam model rekonstruksi tata kelola pemerintahan tingkat terendah yang berbasis pada kearifan dan budaya lokal melalui studi komparatif di dua wilayah otonomi khusus/khusus, yaitu Sumatera Barat dan Aceh. Kebijakan standardisasi administrasi desa yang seragam di masa lalu telah mengikis identitas kultural, sehingga pasca-desentralisasi, kedua wilayah ini melakukan revitalisasi kelembagaan adat melalui sistem Nagari di Sumatera Barat dengan filosofi Tigo Tungku Sajarangan, serta sistem Gampong di Aceh yang diperkuat oleh lembaga Tuha Peut. Penelitian ini menganalisis bagaimana integrasi hukum adat, norma agama, dan struktur pemerintahan formal mampu meningkatkan efektivitas resolusi konflik, pengelolaan aset komunitas, dan partisipasi publik. Hasil studi menunjukkan bahwa implementasi pemerintahan berbasis lokalitas ini berhasil memperkuat kohesi sosial dan legitimasi kepemimpinan, meskipun masih menghadapi tantangan sinkronisasi regulasi birokrasi modern dan adaptasi dinamika global di tingkat akar rumput.
| KP.XLIV 0048 | 050 ZAK P | My Library (LAPORAN 1) | Available |
No other version available