Text
SKRIPSI: Pandangan Kaum Perempuan Indonesia Atas Representasi Pemberdayaan Perempuan Dalam Film Dokumenter He Named Me Malala
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis pandangan serta resepsi kaum perempuan Indonesia terhadap representasi pemberdayaan perempuan dalam film dokumenter He Named Me Malala. Sebagai karya audiovisual yang mengangkat perjuangan Malala Yousafzai dalam mengadvokasi hak pendidikan bagi anak perempuan, film ini memuat berbagai pesan emansipatif yang dapat diinterpretasikan secara beragam oleh penonton dengan latar belakang budaya yang berbeda. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis resepsi (reception analysis) model Stuart Hall, data penelitian ini dikumpulkan melalui diskusi kelompok terfokus (Focus Group Discussion) dan wawancara mendalam bersama sejumlah informan perempuan Indonesia dari berbagai latar belakang profesi dan tingkat pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemaknaan informan terbagi ke dalam tiga posisi penyandian (decoding), yaitu posisi dominan-hegemoni, negosiasi, dan oposisi. Sebagian besar perempuan Indonesia berada pada posisi negosiasi; mereka menyepakati pentingnya urgensi pendidikan dan keberanian yang direpresentasikan dalam film, namun tetap mengontekstualisasikannya dengan norma sosial, nilai keagamaan, serta realitas budaya patriarki yang berlaku di Indonesia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media global mampu memicu kesadaran kritis khalayak perempuan lokal, meskipun proses adopsi nilai pemberdayaan tersebut tetap disaring oleh ruang budaya domestik penonton.
| KP.XLIII 0072 | 370 SAR P | My Library (SKRIPSI 2) | Available |
No other version available