Text
SKRIPSI: Pengaruh Gerakan Feminisme Terhadap UU No 23 TAHUN 2004 Tentang Penghapusan KDRT Untuk Mewujudkan Perlindungan Hak Perempuan di Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi dan pengaruh gerakan feminisme di Indonesia terhadap perumusan, pengesahan, dan implementasi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UU PKDRT) sebagai instrumen perlindungan hak-hak perempuan. Secara historis, KDRT kerap dianggap sebagai wilayah privat yang tabu untuk diintervensi oleh hukum formal negara. Melalui pendekatan yuridis-sosiologis dan perspektif teori feminisme legal (feminist legal theory), penelitian ini membedah bagaimana jaringan organisasi masyarakat sipil, aktivis perempuan, dan akademisi berkolaborasi melakukan dekonstruksi hukum patriarki melalui advokasi kebijakan, lobi politik, hingga penggalangan kesadaran publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerakan feminisme berhasil mendorong reformasi hukum yang progresif di Indonesia dengan memasukkan pemikiran yang responsif gender ke dalam pasal-pasal UU PKDRT—seperti pengakuan kekerasan psikis dan seksual dalam ranah perkawinan. Kendati demikian, tantangan dalam mewujudkan perlindungan hak perempuan secara substantif masih menghadapi kendala di tingkat institusional berupa bias gender aparat penegak hukum serta hambatan kultural masyarakat yang masih melanggengkan domestikasi perempuan.
| KP.XLIII 0060 | 370 RAS P | My Library (SKRIPSI 2) | Available |
No other version available