Text
DISERTASI: Faham Kekuasaan Jawa: Pandangan Elit Kraton Surakarta dan Yogyakarta
Disertasi ini mengkaji secara mendalam rekonstruksi filosofis dan dinamika kontemporer konsepsi kekuasaan Jawa berdasarkan sudut pandang teoretis serta kosmologis elit dinasti Kraton Surakarta Hadiningrat dan Kraton Yogyakarta Hadiningrat. Kekuasaan dalam kosmologi Jawa tradisional tidak dipandang sebagai instrumen sekuler yang didasarkan pada legitimasi formal-legal semata, melainkan sebagai pancaran energi ketuhanan (wahyu) yang bersifat konkret, homogen, dan konstan, yang mewujud dalam konsep Manunggaling Kawula Gusti. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan interdisipliner (antropologi politik, sejarah pemikiran, dan sosiologi budaya), data dalam penelitian ini dihimpun melalui wawancara mendalam dengan para sentana dalem, abdi dalem sepuh, serta analisis teks manuskrip kuno (babad dan serat) dari kedua istana pecahan Perjanjian Giyanti tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kedua kraton memiliki akar kosmologis yang sama, terdapat pergeseran adaptif yang berbeda di antara elit Surakarta dan Yogyakarta dalam merespons modernitas, sistem politik demokrasi modern, serta upaya mempertahankan otoritas kultural di tengah memudarnya kekuasaan politik riil dinasti feodal.
| KP.XLIII 0053 | 370 SUY D | My Library (SKRIPSI 2) | Available |
No other version available