Text
Suara Pinggiran: Kebijakan Transportasi Online
Karya ini mengkritisi benturan regulasi dan dampak sosio-ekonomi dari kebijakan tata kelola transportasi daring (online) di Indonesia melalui kacamata "suara pinggiran" yang mewakili para pengemudi ojek dan taksi daring selaku garda terdepan industri. Melalui pendekatan ekonomi politik dan sosiologi hukum, ulasan ini membedah bagaimana kebijakan yang dirumuskan pemerintah sering kali terjebak dalam dilema antara mengakomodasi kepentingan modal korporasi aplikasi besar (applicator) dan upaya memberikan perlindungan hukum bagi pekerja. Pembahasan difokuskan pada ketidakpastian penetapan tarif minimal, potongan komisi yang dinilai eksploitatif, serta nihilnya status hubungan kerja formal yang aman. Pada akhirnya, kajian ini menegaskan pentingnya reformasi regulasi yang tidak hanya berorientasi pada aspek transportasi dan kepuasan konsumen, melainkan wajib mengedepankan asas keadilan, jaminan kesejahteraan, dan perlindungan hak-hak normatif bagi jutaan pekerja sektor informal digital ini.
| KP.XXXVI 0198 | 050 SIL S | My Library (TERBITAN BERSERI 2) | Available |
No other version available