Text
Suara Pinggiran: Freedom is Not Free
Karya ini merefleksikan adagium "Freedom is Not Free" (Kebebasan itu Tidak Gratis) melalui kacamata "suara pinggiran" yang mewakili kelompok masyarakat marjinal, aktivis kemanusiaan, dan kelas pekerja di Indonesia. Melalui analisis sosial-politik, ulasan ini membongkar realitas bahwa hak-hak asasi dan kebebasan sipil—seperti kebebasan berpendapat, berserikat, dan memperjuangkan hak ekonomi—tidak pernah diberikan secara cuma-cuma oleh penguasa, melainkan harus ditebus dengan pengorbanan besar, intimidasi, hingga kriminalisasi di lapangan. Tulisan ini menyoroti bagaimana sejarah pergerakan akar rumput selalu diwarnai oleh benturan relasi kuasa, di mana setiap jengkal ruang demokrasi yang dinikmati hari ini adalah hasil dari persistensi perlawanan terhadap penindasan struktural. Pada akhirnya, kajian ini menegaskan bahwa mempertahankan kebebasan memerlukan konsistensi kolektif yang berkelanjutan, karena pembiaran terhadap ketidakadilan di tingkat bawah secara perlahan akan mengikis fondasi demokrasi bangsa.
| KP.XXXVI 0195 | 050 SIM S | My Library (TERBITAN BERSERI 2) | Available |
No other version available