Text
Suara Pinggiran: Revolusi Industri
Karya ini mengkritisi narasi tunggal kemajuan teknologi dalam era Revolusi Industri dengan mengangkat perspektif "suara pinggiran" dari kelompok buruh, pekerja informal, dan masyarakat adat yang rentan terdisrupsi. Melalui pendekatan ekonomi politik dan sosiologi kerja, ulasan ini membedah bagaimana otomatisasi, digitalisasi massal, dan adopsi kecerdasan buatan (AI) sering kali memicu fenomena de-skilling, pemutusan hubungan kerja (PHK) massal, serta perluasan kerja prekariat (precarious work). Tulisan ini mengungkap paradoks modernisasi, di mana efisiensi dan akumulasi keuntungan yang dinikmati oleh para elite korporasi justru berbanding terbalik dengan meningkatnya kerentanan ekonomi serta hilangnya kedaulatan ruang hidup masyarakat akar rumput. Pada akhirnya, kajian ini menegaskan urgensi transisi teknologi yang adil (just transition) melalui penguatan jaring pengaman sosial, reformasi pendidikan vokasi, serta pelibatan aktif elemen masyarakat sipil dalam merumuskan arah kebijakan industri yang inklusif dan humanis.
| KP.XXXVI 0194 | 050 SIL S | My Library (TERBITAN BERSERI 2) | Available |
No other version available