Text
Suara Pinggiran: Sistim Kemitraan Tenaga Kerja Platform
Karya ini mengkritisi dinamika dan ambiguitas regulasi dalam "sistem kemitraan" yang diterapkan oleh perusahaan aplikasi terhadap tenaga kerja platform (seperti pengemudi ojek online, kurir, dan pekerja lepas) dari sudut pandang "suara pinggiran". Melalui analisis sosio-legal, ulasan ini membongkar paradoks konsep kemitraan yang dalam realitasnya cenderung asimetris, di mana pekerja platform menanggung seluruh risiko operasional tanpa mendapatkan kepastian hak-hak normatif ketenagakerjaan, seperti upah minimum, jaminan kesehatan, dan pembatasan jam kerja yang layak. Tulisan ini menyoroti bagaimana narasi fleksibilitas waktu kerap digunakan sebagai pembenaran untuk melanggengkan eksploitasi terselubung dan memperlemah posisi tawar pekerja di hadapan algoritma perusahaan. Pada akhirnya, kajian ini menegaskan urgensi intervensi negara dalam mereformasi hukum ketenagakerjaan guna memberikan pengakuan yuridis dan perlindungan sosial yang berkeadilan bagi para pekerja di era ekonomi digital ini.
| KP.XXXVI 0190 | 050 SIL S | My Library (TERBITAN BERSERI 2) | Available |
No other version available